Jumat, 21 Februari 2014


Hembusan rindu                                                    

                                                                                                             

Disini, dulu tempat kita bercanda ria.

Hanya aku dan kamu

Ku senang berdua denganmu, ceritakan apa saja tentang hari ini

Disini aku melihat tawamu, senyummu yang lebar ,

Hari-hari itu sungguh indah.

Kini tempat itu hanya ruangan , hanya berderet benda-benda yang tertata rapih

Tak ada suara tawa dan candaan

sekilas terbayang wajahmu ,  namun tak dapat lagi ku sentuh.

 

Angin,,,,sampaikan bahwa aku merindunya,,bawakan berita bahwa aku sangat mencitainya

Katakan..katakan ku ingin dia kembali

Pernahkah kau merasa rindu yang sangat menusuk jantungmu

Rindu yang membuatmu hingga menggigil begitu hebatnya.

Menjalani hari yang semakin menyiksa jiwamu,,

Entah aku harus bagaimana dengan hidupku,, aku hidup tapi jiwaku mati

Terpaksa aku melangkah di roda yang terus berputar, aku berusaha bahagia dengan ini

Tapi hati tak dapat berdusta, bahagia ku sungguh tak akan sempurna bila tanpamu

Berusaha untuk tetap tersenyum bahagia dihadapan dunia..

Tapi apakah kau tau bahwa hati ini terus menangis,,selalu berderai air mata

Mereka selalu bersamaku, aku tak pernah sendiri..

Entah apa,,,dan mengapa aku selalu merasa sendiri?

Begitu hampa rasanya ....sangat hampa....dan semakin hampa.

Dimana kau? Ku rindu bertemu.

Jika kau dan aku kelak akan bertemu,,ku mohon..genggamlah tanganku..genggam erat hingga kau tak dapat melepasnya lagi.

Dekap erat tubuhku,,rasakan getaran hati begitu hebat mencintamu

Kembalilah...bawa serta cinta tulusmu...hanya untukku